Pages

Tuesday, March 25, 2014

On 7:15 AM by Cindy Zenata in , , ,    No comments
           Sering terdengar aneka ragam alasan dijadikan sebab yang membuat kita urung untuk bepergian. Pertimbangan akan biaya tentu tak jarang dijadikan alasan utama dalam pengambilan keputusan. Semakin tinggi nominal yang tertera, semakin minim minat seseorang untuk mengeksekusi rencananya berlibur. Padahal, nominal tinggi tersebut biasanya diperoleh dari kekhawatiran seseorang itu sendiri terkait dengan perihal kenyamanan dan aksesibilitas selama perjalanan. Ada cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pengeluaran hingga perjalanan kita dapat tetap berjalan dengan slogan “tinggal oke, gaya raja minyak”.

            Banyak penginapan seperti hostel atau budget hotel yang memang tidak memiliki kualitas luar biasa layaknya hotel bintang lima, namun tetap tergolong tidak kalah jika dipertanyakan apakah layak untuk ditinggali. Bagaimanakah definisi layak itu?

1.     Nyaman 

     Sebagian besar, orang yang lebih memikirkan permasalahan akan biaya ketika bepergian memiliki prioritas lebih terhadap lokasi tujuan wisata. Waktu yang dialokasikan untuk berada di dalam kamar itu sendiri biasanya lebih minim. Agar biaya dapat dialokasikan secara lebih efektif, ‘hostel/budget hotel’ dapat dijadikan alternatif untuk menyiasati biaya.
      Meskipun murah, hostel/budget hotel terbilang nyaman karena dasar dari apa yang ditawarkan memang sama saja dengan hotel pada umumnya. Hanya saja, tidak ada layanan ekstra yang memanjakan. Alias self-service dalam melakukan segala sesuatu. Ohiya, jika memilih kamar dalam bentuk dorm kita hanya menyewa bed dan sharing untuk kamar mandinya. Pilih private room jika memiliki uang lebih dan ingin fasilitas ensuite (kamar mandi di dalam)


Nyaman identik dengan bersih dan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan. Dalam proses seleksi penginapan, jangan malas untuk membaca review terkait dengan penginapan tersebut dari berbagai sumber di internet.

Homie!
Biasanya setiap negara memiliki perbedaan hostel yang mencolok. Di Korea, saya pribadi merasa kalau hostel disini ukurannya lebih kecil, mungkin karena negara di Asia. Otomatis, fasilitas lainnya seperti dapur yang berfungsi sebagai tempat memasak sekaligus ruang penyimpanan makanan, lounge, kamar mandi, dan perangkat elektronik juga lebih minim baik ukuran maupun jumlah. Tetapi, dekorasi secara keseluruhan lebih bersifat ‘homie’, bahkan turut disediakan selop!
            Kemudian, pelayanan juga personal, meski biasanya saya hanya melihat resepsionis yang multifungsi. Tanya apa saja dan mungkin ada yang bersedia secara sukarela mau membantu membawakan luggage anda sampai ke kamar. Sekedar catatan, sayangnya di Korea hostelnya sebagian besar tidak ada lift, jadi berhati-hatilah jika membawa barang dalam jumlah banyak/berat karena besar kemungkinan anda diharuskan jalan menaiki tangga untuk ke kamar. Kalau beruntung anda mungkin bisa memperoleh kamar di lantai 5 seperti saya :’). Secara keseluruhan, meskipun ruang gerak lebih sedikit tetapi tetap terasa nyaman karena tingkat kebersihannya juga top plus dapat sarapan dan wi-fi gratis :p.
          Ohiya, layanan untuk tour & travel di Korea biasanya tidak ada jadi kalau bisa sudah dipersiapkan sendiri dengan jelas sebelumnya tujuan mau kemana. Ambil perangkat yang diperlukan seperti peta ketika di bandara.
      Berbeda dengan negara yang menganut budaya barat, hostel di Australia lebih besar, begitupula dengan fasilitas yang dimilikinya, sama saja tapi jumlah lebih banyak karena memang biasanya jumlah kamar yang dimiliki juga lebih banyak. Kemudian, terdapat perbedaan mencolok seperti lounge dengan sofa atau ruang makan disediakan terpisah dengan ukuran yang lebih luas. Tidak lupa diikuti dengan adanya layanan tour & travel atau tersedianya perangkat untuk mendukung perjalanan seperti brosur, peta, pamflet, dll. Penjelasan mengenai lokasi tujuan yang kita tanyakan kepada resepsionis selalu dijawab diikuti dengan corat-coret di peta. Namun, sayangnya hostel disini tidak menyediakan wi-fi dan sarapan gratis.

2. EFISIEN


Kamar dengan kapasitas > 2 orang
   Jika bepergian dalam jumlah banyak seperti bersama teman, tentu akan lebih menyenangkan jika semua berada di satu kamar! Berbeda dengan hotel yang biasanya memiliki lebih sedikit kapasitas maksimum jumlah orang yang diperbolehkan untuk menempati kamar. Di hostel, biasanya tersedia pilihan dengan kapasitas dari 2 (dua) orang hingga 16 (enam belas) orang! Ada yang campur, khusus lelaki, maupun khusus wanita. Dengan begini, kita tidak perlu booking pisah kamar dan tentunya mengeluarkan biaya lebih banyak tanpa adanya kebersamaan.

Salah satu personil Girlband '2NE1'
            Asyiknya, ada hostel yang memiliki tema-tema tertentu, seperti di Busan (Korea) yang setiap kamar diberikan nama boyband atau girlband sesuai kapasitas jumlah orang dalam kamar tersebut atau hostel di Sydney (Australia)  yang kamarnya dibentuk menyerupai gerbong kereta karena lokasinya pas bersebelahan dengan stasiun kereta.

Terkait perihal efisiensi, tenang, meskipun murah tetapi lokasi budget accommodation tak kalah strategis dengan hotel berbintang. Karena ukurannya kecil, justru biasanya mampu menempati pusat kota atau makanan. Sejauh-jauhnya, biasanya dilokasikan dekat dengan transportasi umum. Namun, jangan lupa dalam proses seleksi lihat map posisi penginapan di sekitar apa saja dan seberapa jauh ke tempat untuk naik transportasi umum. Waktu di Sydney, tidak hanya bersebelahan dengan stasiun kereta tetapi lokasi penginapan saya sebelah plaza, banyak makanan, dan juga berseberangan dengan halte bus! Jadi kemana-mana bisa langsung cuss~. Layak karena dengan efisiensi dapat memperoleh hasil maksimal tanpa mengeluarkan biaya banyak.
Budget accommodation berlokasi tepat di seberang mall


      3. PRIVASI

               Dalam perjalanan, tentunya setiap orang khawatir akan privasi entah keamanan barang bawaannya atau ketenangan yang diperoleh ketika tidur. Memang benar untuk menghemat biaya seminim mungkin dan sayangnya bepergian dengan jumlah orang yang tidak cukup banyak, kita mau tidak mau diharuskan share kamar dengan orang lain alias hanya menyewa bed-nya saja.


           Untuk keamanan dalam kasus ini, loker disediakan namun tidak cukup untuk menampung koper jadi jangan lupa untuk menyiapkan dua gembok baik untuk loker maupun koper. 

          Di sisi lain, share kamar dengan orang lain yang tidak kita kenal tidak hanya menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan barang, tetapi juga kekhawatiran dalam bersikap karena kita jadi tidak bebas dalam melakukan segala sesuatu.   Saya pribadi lebih senang kalau satu kamar dengan orang yang pulang lebih larut daripada saya. Jadi, meskipun ketika saya tidur mereka baru pulang dan beres-beres ada suara-suara, namun sebelum mereka pulang saya bisa menguasai kamar seutuhnya, space untuk beres-beres lebih besar karena tidak khawatir barang berceceran mengganggu orang lain
.
                Tetapi, biasanya ada orang yang tidak suka jika rekan share kamarnya pulang larut malam apalagi karena party, bisa jadi suara mabuk atau beres-beres mereka jadi membangunkan kita yang sudah tidur. Cukup saling pengertian dan toleransi karena bayar murah!

            Semakin murah harga yang ditawarkan oleh hostel/budget hotel tentu semakin sedikit fasilitas yang ditawarkan. Namun, intinya budget accommodation seperti ini tidak seburuk dan semenakutkan yang sebagian besar orang bayangkan. Tergantung seberapa pandai anda memilih tempat sesuai preferensi (c/o: tidak masalah dengan strategis yang penting murah banget atau sebaliknya) dan seberapa rajin anda membaca review dari suatu tempat. Jika memang ada uang lebih, untuk di hostel, ada baiknya mencoba menyewa private room dibandingkan dorm (share-bed) untuk tingkat kenyamanan lebih. Biasanya kamar tersebut bahkan dilengkapi fasilitas ensuite (kamar mandi di dalam).

Apartemen di Hong Kong
(Kasur ada yang bunk-bed maupun tidak)
PS: Jika jumlah orang banyak, bandingkan juga dengan apartemen karena bisa jadi ada apartemen yang harganya jika dibagi patungan dengan rekan seperjalanan jadi serupa dengan hostel. Pilih dengan benefit ruang gerak lebih banyak! Jangan lupa cek lokasi apakah strategis?

0 comments:

Post a Comment